Punk Hazard Arc
Sinopsis
Zoro membawa Tashigi menjauh dari gas beracun. Sanji dan anggota Angkatan Laut G-5 terus membantu Chopper untuk memberikan vaksin kepada anak-anak. Usopp menemukan sebuah pintu yang mengarah ke ruangan tempat Caesar Clown dan anak buahnya sedang memantau Kelompok Topi Jerami dan Angkatan Laut melalui layar. Caesar melihat Brownbeard di layar dan menegurnya. Brownbeard mengatakan kepada Caesar bahwa ia ingin menyelamatkan krunya, tetapi Caesar memberitahunya bahwa mereka semua telah tewas akibat gas beracun. Brownbeard mencoba memperingatkan anak buah Caesar, tetapi Caesar membiusnya agar ia diam. Caesar memerintahkan anak buahnya untuk menyingkirkan Brownbeard, dan mereka menembakinya. Luffy tiba tepat pada waktunya dan memukul Caesar, sebelum menanyainya tentang pulau itu. Caesar memberitahunya bahwa Punk Hazard seharusnya tidak ada, dan tidak seorang pun boleh tahu apa yang terjadi di pulau itu. Vergo menutupi segala informasi tentang pulau tersebut dan segala hal yang terjadi di sana — produksi SAD dikelola oleh Donquixote Doflamingo, dan SAD memproduksi SMILE, Buah Iblis Zoan buatan. Salah satu dari Empat Kaisar, Kaidou, sedang membentuk pasukan yang terdiri dari orang-orang yang telah memakan Buah Iblis buatan tersebut. Caesar menantang Luffy untuk berani memulai pertarungan dengan orang-orang seperti itu, namun Luffy justru memukul Caesar dan mengatakan bahwa dia sudah sejak lama memulai pertarungan.
Saat Zoro berlari ke sebuah koridor yang mulai dipenuhi gas Shinokuni, Tashigi memberitahunya bahwa ia salah belok dan memutuskan untuk kembali. Sanji, Robin, Nami, dan anggota Angkatan Laut G-5 membius anak-anak yang tersisa sementara Chopper berusaha menganalisis kondisi Mocha. Kin'emon terlihat berlari tanpa arah sementara Brook berusaha menenangkannya dan memperingatkannya bahwa jika terus berlari ke arah itu, dia akan terjebak dalam gas beracun. Brownbeard terlihat menaiki tangga, tak mampu menemukan kru-nya di tempat tinggal mereka. Saat ia menuju Gedung R, Ruang R-66, Usopp keluar dari ruangan misterius tersebut dan menemukan pintu laboratorium rahasia Caesar. Ia mendengar sesuatu di balik pintu, tetapi tidak bisa membukanya. Brownbeard kemudian tiba di lantai satu Gedung R. Saat Caesar mengawasinya melalui monitor, Brownbeard hendak mengungkap kepada para prajurit Punk Hazard mengenai sifat asli Caesar. Sebelum ia sempat berbicara lebih lanjut, Caesar dan anak buahnya turun ke lantai satu untuk menemuinya. Begitu melihat Caesar, Brownbeard menuntut agar Caesar memberitahunya apa yang terjadi pada anak buahnya di luar pulau sebelum Shinokuni dilepaskan. Caesar hanya mengangkat bahu dan mengatakan bahwa ia tidak menerima sinyal darurat mereka, padahal sebenarnya ia menerimanya namun membiarkan mereka mati di luar. Marah karena sikap acuh tak acuh terhadap nyawa anak buahnya, Brownbeard mencoba mengungkap sifat asli Caesar kepada para prajurit lainnya yang melindungi tuan mereka yang ‘dermawan’ itu, tetapi Caesar berhasil menyuntikkan obat relaksan otot ke tubuh Brownbeard sehingga membuatnya mengoceh tak jelas dan tak mampu berdiri. Kini setelah menguasai situasi, Caesar berbisik kepada Brownbeard bahwa insiden gas beracun itu adalah ulahnya. Brownbeard lalu dengan marah mencoba menyerang Caesar, namun justru ditembak jatuh oleh anak buahnya yang telah ia janjikan untuk diselamatkan. Merasa menang, Caesar bersiap untuk menghabisi Brownbeard ketika Luffy menendangnya menjauh dengan tinju raksasa yang dipenuhi Haki. Saat Luffy bersiap untuk konfrontasi ketiga, Caesar mengejeknya, mengatakan kepada Luffy bahwa ia akan berada dalam bahaya baik dari Doflamingo maupun seorang Kaisar jika ia menyerangnya. Luffy kemudian meninju wajah Caesar, sambil berkata bahwa dia sudah terbiasa menghadapi orang-orang seperti itu sejak dia memasuki Grand Line.
Download