G-8 Arc
Sinopsis
Kapal Going Merry kandas saat air surut, dan Jonathan yakin mereka telah mencapai "skakmat". Mereka dengan cerdik menggunakan Impact Dial untuk meningkatkan daya dorong kapal serta Breath dan Flame Dials untuk mengembang kembali Balon Gurita agar bisa melarikan diri.
Laksamana Muda Jonathan menerapkan strategi jebakan "pukul 9" miliknya; pada pukul 9, pangkalan dapat memanfaatkan periode air surut untuk mencegah kapal-kapal melarikan diri. Jadi, ketika Luffy memerintahkan kapal untuk melaju dengan kecepatan penuh, batu-batu di dasar pelabuhan merobek lambung kapal. Akhirnya, air di pelabuhan mencapai titik surut terendah, sehingga kapal tidak bisa bergerak. Jonathan menyombongkan diri melalui megafon tentang bagaimana ia telah menangkap Bajak Laut Topi Jerami. Maka, Bajak Laut Topi Jerami melancarkan rencana mereka; mereka menggunakan Impact Dial milik Usopp untuk meluncurkan kapal ke udara, lalu menggunakan Balon Gurita yang digembungkan dengan Breath dan Flame Dial agar dapat melayang di udara. Jonathan memerintahkan anak buahnya untuk menembakkan “tembakan peringatan” ke arah balon tersebut. Namun, Shepherd juga membidik balon itu dengan bazokanya, hanya saja ia malah meleset dan menembak jatuh meriam Angkatan Laut. Jonathan menerima kenyataan bahwa Bajak Laut Topi Jerami telah menang, dan bahwa mereka berhasil melarikan diri dari G-8. Ia memerintahkan Drake untuk menghentikan tembakan. Shepherd, yang marah karena Bajak Laut Topi Jerami berhasil melarikan diri, mengancam akan menonaktifkan G-8, tetapi ia dipukul oleh Jessica. Jonathan menjelaskan bahwa pertemuan dengan para bajak laut itu merupakan pengalaman yang mempererat ikatan di kalangan Angkatan Laut, jadi ia tidak kecewa karena para bajak laut berhasil melarikan diri. Sementara itu, Bajak Laut Topi Jerami terlihat terbang menuju matahari terbenam. Usopp sedang memperbaiki lubang di balon tersebut.
Download